Tuesday, October 22, 2019

Eksistensi Kesenian Tradisi dalamm Agama


Tradisi Adu Domba Garut ( Dogar) Agama dan Tradisi
Sena Okto Priankartino, S.Pd
#Domba #Tradisi #Garut #JawaBarat #Hukum #Islam
دَخَلَتِ امْرَأَةٌ النَّارَ فِي هِرَّةٍ حَبَسَتْهَا فَلَا هِيَ أَطْعَمَتْهَا وَلَا سَقَتْهَا إِذْ حَبَسَتْهَا وَلَا هِيَ تَرَكَتْها تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ الْأَرْضِ
Seorang perempuan disiksa karena seekor kucing yang dipenjarakannya hingga mati, maka ia masuk neraka; ia tidak memberinya makan dan minum saat memenjarakannya, dan tidak pula melepasnya sehingga ia bisa mencari makan dari rerumputan bumi. [Al-Bukhari, dalam Ahadits al-Anbiya:3482; Muslim dalam as-Salam:2242].



Domba Garut sebagai hewan ternak asli Indonesia merupakan salah satu sumber daya periwisata yang bernili unsur tradisi, baik sebagai sumber pendapatan petani peternak maupun sumber protein hewani dan disisi lain menghasilkan devisa bagi pemeritah pusat dan daerah. Asal-usul perkembangan Domba Garut diyakini merupakan domba yang berasal dari daerah Cibuluh, Cikandang, dan Cikeris Kecamatan Cikajang, serta Kecamatan Wanaraja. Keyakinan tersebut dilandasi oleh faktor sejarah, teori genetik, dan fakta pengembangan Domba Garut di Jawa Barat (Heriyadi, dkk, 2009).
Domba Garut adalah domba asli dari Jawa Barat yang memiliki ciri khas kombinasi daun telinga rumpung atau ngadaun hiris dengan ekor ngabuntut bagong atau ngabuntut beurit (Heriyadi, 2011) (SK Kementan, 2011). Domba Garut terbagi dalam dua tipe yaitu Domba Garut tipe pedaging dan Domba Garut sebagai ternak kesenangan atau hobi (dikenal dengan Domba Garut Tipe Tangkas atau Domba Aben) (Heriyadi, 2011).
Taksonomi Domba Garut menurut Heriyadi, dkk, (2002) adalah sebagai berikut :
Kingdom           : Animalia

Phylum              : Chordata

Sub Phylum       : Vertebrata

Class                  : Mammalia

Ordo                  : Artiodactyla

Sub Ordo           : Ruminansia

Family                : Bovidae

Sub Family        : Caprinae

Genus                : Ovis

Species               : Ovis aries
Berbeda dengan jenis Priangan domba Garut berkuping anjang ini berasal dari daerah garut yang meliputi kecamatan yang sudah dibahas oleh  (Heriyadi, dkk, 2009). Kegiatan menangkaskan domba berawal dari Kabupaten Garut, dimulai kira-kira pada pertengahan Abad XVIII, selanjutnya kebiasaan ngaben domba dilanjutkan oleh peternak domba di Kabupaten Garut, kemudian berkembang ke Kabupaten Bandung, Sumedang, dan daerah Jawa Barat lainnya. Kegiatan ngaben domba dilaksanakan secara rutin di hampir seluruh kabupaten atau kota di Jawa Barat minimum setiap bulan satu kali, termasuk kegiatan Liga Seni Ketangkasan Domba Garut (LSKDG) untuk tingkat provinsi yang diikuti oleh seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat. Konsep kegiatan ngaben di beberapa kabupaten/kota diselenggarakan satu minggu sekali, termasuk di tingkat kecamatan (Heriyadi, 2011).

Tradisi Seni Ketangkasan Domba Garut mempunyai akronim ( SKDG) merupakan tradisi ketangkasan dan seni pertunjukan rakyat yang berkembang pada masyarakat Sunda, yang menampilkan ketangkasan jenis Domba Garut yang ditangkaskan berdasarkan peraturan yang sudah disepakati bersama dan sifatnya menyeluruh disetiap kecamatan di Kota Garut. Ternak domba umumnya dipelihara secara tradisional yang berfungsi sebagai tabungan, sumber pupuk kandang serta sumber pendapatan sebagai hewan kesayangan., rata-rata tingkat kepemilikan umumnya rendah yaitu dibawah 10 ekor per/keluarga petani. SKDG adalah suatu ajang kegiatan peternak domba, untuk menampilkan hasil budidaya domba dengan cara ditandingkan dengan diiringi seperangkat gamelan, dihitung keindahan simetris tandak, bahkan tidak jarang tanduk-tanduk tersebut dijual diluar negeri, serta di dalamnya terdapat unsur seni pencak silat (Heriyadi., dkk, 2001).

Seiring maraknya informatika seni pertunjukan Domba Garut berkembang sangat pesat dari para penggemar domba tangkas, maka dibentuklah organisasi yang berlandaskan kekeluargaan, seperti HIPDO (Himpunan Peternak Domba) di Tegalega Bandung, PESATDO (Persatuan Peternak Domba) di Majalaya, PETADO (Peternak Adu Domba) di Lembang. Kemunculan organisasi selanjutnya merupakan organisasi penggemar domba di tingkat Jawa Barat, yaitu HPDI (Himpunan Peternak Domba Indonesia) yang didirikan pada tahun 1970-an. Sepuluh tahun kemudian HPDI diubah menjadi HPDKI (Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia) yang mencakup lebih luas peternak domba dan kambing di Indonesia (Heriyadi., dkk, 2002).

Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) menjadi asosiasi Patembayan Gesselschaft  bagi masyarakat untuk melaksanakan kegiatan di bidang domba dan kambing. Keberadaan HPDKI juga dapat menyalurkan hobi masyarakat untuk melaksanakan kegiatan SKDG, karena hampir setiap tahun diadakan SKDG se-Jawa Barat (Heriyadi., dkk, 2002). Pemeliharaan Domba Garut sebagai domba tangkas telah dilakukan dan menjadi kebiasaan sejak lama oleh masyarakat di Jawa Barat. Kebiasaan ini tidak luntur seiring berjalannya waktu karena selalu diwariskan secara turun-temurun kepada generasi selanjutnya. Peternak selalu memperlakukan domba tangkas yang dimilikinya dengan istimewa agar dapat tampil sesuai dengan yang diinginkan. Hal lain yang harus dimiliki oleh peternak domba tangkas adalah nilai jiwa seni dan hubungan emosional dengan domba tangkas yang dimilikinya (Nurmeidiansyah, dkk., 2012).
Setelah berdirinya himpunan Peternak Domba Garut Kambing Indonesia (HPDKI) istilah “adu” dihilangkan karena untuk tidak mengasosiasikan kata “adu” dengan permainan judi. Sebagai seni khas kebudayaan Jawa Barat terutama masyarakat Priangan, sejak jaman dahulu sampai sekarang dikenal dan digemari oleh masyarakat banyak, hal ini karena sebagai seni dan hiburan yang murah meriah

Dalam kinerjanya SKDG banyak menghasilkan hal positif, sehingga SKDG ini menjadi program kerja andalan HPDKI Jawa Barat. Tujuan dari kegiatan SKDG adalah untuk memberikan sosialisasi agar masyarakat luas mengetahui tentang peraturan dan tata cara penyelenggaraan SKDG yang benar, sehingga penilaian negatif tentang SKDG sedikit demi sedikit dihilangkan. Tujuan lainnya adalah sebagai ajang silaturahmi peternak dan pelestarian budaya Jawa Barat
Apabila di Jawa Barat, ada Adu Domba, pada masyarakat Daya di Kalimantan Timur ada Budaya Menombak sapi beramai-ramai sampai sapi itu mati di ikatannya, Di Tanah Toraja ada Tradisi Adu Kerbau, Di Sumbawa ada Tradisi saling menombak pake kayu tertentu, di Toraja ada adu Saling Menendang. Belum lagi Tradisi masyarakat Latin yang mengadu Manusia dengan Banteng.
Tradisi dan budaya Masyarakat tertentu bagi masyarakat yang memiliki tardisi atau budaya itu, tentu tidak sadis bagi mereka. Sebaliknya buat orang diluar komunitas tradisi tadi tentu akan mengatakan sadis. Jadi soal sadis atau tidak tergantung Masyarakat/kumunitas pemilik tradisi itu. Yang berbahaya dan sungguh-sungguh Sadis kalau tradisi Adu Domba di Masyarakat Jawa Barat kemudian dibawa dalam tatanan berpolitik dan tatanan Pemerintahan secara Nasional.
Namun budaya atau tradisi tersebut bertentangan dengan hukm syariat islam hal itu kemudian ditegaskan dalam firman Allah SWT didalam Al-Qur’an:
“Dan hewan ternak telah diciptakan-Nya untuk kamu, padanya ada(bulu) yang mengahangatkan dan berbagai manfaat lainnya, dan sebagiannya kamumakan.”(QS.An-Nahl[5]16).
Sebagaian orang berpendapat bahwa melestarikan kesenian daerah, kebiasaan ini masih dipertahankan hingga sekarang, padahal mengadu binatang adalah perilaku yang tidak hewani dan bisa dikatakan biadab, amora, dll. Kita ambil contoh lain, adu bagong dan anjing entah dimana tempatnya, yang jelas satu bagong dikeroyok oleh beberapa anjing hingga mati. Malah tak jarang adu binatang yang berkedok kesenian ini pun dijadikan ajang taruhan atau judi, memang tak secara gamblang para petaruh menggelontorkan uangnya di depan umum, tapi mereka melakukan secata rapi.
Apabila ditinjau lebih dalam, permasalahan adu mengadu binatang sangat melanggar hukum. Seperti diacara kriminal televisi, tidak jarang polisi membubarkan arena sabung ayam.
Tetapi ada yang mengatakan bahwa apabila itu menyangkut tradisi dan budaya daerah tertentu, tidak bisa kita katakan sadis. Sebab Tradisi atau budaya tertentu pada komunitas tertentu memiliki keunikan dan latar belakang tersendiri.

Dalam hal ini  penulis mempunyai padangan tersendiri, bahwa binatang seperti domba yag diadu dalam sebuah event atau tournament sangat dilarang selain dmpak negative yang ditimbulkan tetpai juga kerusakan pada hewan tersebut diakibatkan  domba tersebut di “adu” bahkan ada yang sampai mati. Hal ini sangat dilarang baik dalam agama ataupun undang-undang terkait binatang peiharan dan ternak. Kita harus bisa membedakan sebagai hiburan dan sebagai ajang kompetisi, kalau sebagai tadisi mereka tidak diadu sampai mati.
Tradsi ini harus tetap berada ditengah-tengah kota Garut bagaimanapun kita sebagai insan yang berbudaya dan peduli akan eksistensi nilai positif dari budaya tetap mempunyai benang emas yaitu adalah peraturan tersebut.bahwa domba adalah binatang tenak untuk dikonsumsi bisa tetapi untukk dimanfaatan sebagai hiburan apalagi sampai mati, itu sebuah kesalahan fatal karena manusia sebagai makhluk hidup tidak mau berkelahi sampai mati demi uang dan kesenangan orang lain, begitu yang bisa ditarik kesimpulan dari posisi tradisi adu domba Garut dengan syariat agama Islam.

Titik temu ketika berbicara mengenai Budaya dan Agama, keduanya merupakan satu proses yang berjalan seturut perjalanan waktu yang ada. Budaya lahir dari perjalanan panjang umat manusia di dunia ini, membentuk suatu system budaya dan menghasilkan karya yang bersifat kebendaan atau dalam bentuk ajaran hidup dan sudah dijalankan oleh generasi muda dalam suatu budaya dan dimasukkan dalam bentuk kearfian lokal suatu masyarakat. Sementara menurut sejarahnya, Agama juga tidak lepas dari suatu budaya dimana Agama itu lahir dan berkembang. Misalnya, agama islam lahir di tanah Arab, dan hingga saat ini cirri khas dari budaya Arab sangat kental dalam ajaran iman agama Islam, baik itu dalam tulisan di kitab suci dan dalam tata cara peribadatan umat muslim (misalnya: shalat, berzikir, dll).

Dalam suatu budaya tertentu yang di dalamnya terdapat perbedaan ajaran dengan ajaran agama, maka keduanya tidak akan dapat berjalan bersama. Ada kalanya ajaran dalam budaya tidak dapat diterima dalam ajaran agama tertentu. Dalam hal ini akan memunculkan pertenantangan. Manakah yang benar? Jika dirunut ke belakang, yang lebih dulu muncul di dunia ini adalah kebudayaan, setelah itu muncul agama. Pertanyaannya, apakah sebenarnya dari arti Agama tersebut? Apakah seperti di dalam konteks Undang-Undang negara kita bahwa suatu agama hanya menunjuk kepada suatu agama tertentu yang diakui oleh negara? Siapa sebenarnya yang membuat agama itu dan apa latar belakang Agama itu muncul?

Berbicara mengenai agama, maka kita akan berbicara mengenai iman atau keyakinan. Iman hadir dalam bentuk spiritualitas yang menyalakan iman yang kita pegang. Dalam perjalanan umat manusia yang sudah berjalan cukup lama. Kebudayaan merupakan suatu proses yang berjalan secara dinamis seturut perubahan waktu yang ada, entah perubahan itu berrsifat lambat atau malah berjalan secara revolusif. Kebudayaan sebagai salah satu hasil karya manusia mulai dari jaman dahulu hadir sebagai identitas yang menjadikan seseorang dari latar belakang budaya tertentu menjadi lebih khusus disbanding dengan orang lain yang berasal dari latar belakang budaya yang berbeda.

Mau tidak mau, suka atau tidak suka, agama senantiasa mengalami kontroversi dengan kebudayaan. Memang tidak semuanya bersifat demikian. Kita contohkan dalam ajaran Agama tertentu, bahwa menggunakan atau memakai peralatan athasil karya dari budaya merupakan suatau kedosaan di hadapan Tuhan. Yang menjadi pertanyaan adalah apa dan bagaimana sebenarnya peranan agama itu dalam suatu kebudayaan. Agama merupakan suatu identitas. Budaya juga merupakan demikian.

Friday, April 4, 2014

HIV+ CURE = DENIAL+U.S.A (did HIV can be CURED )

he first person ever cured of HIV was in Seattle Tuesday, meeting with scientists at the Fred Hutchinson Cancer Research Center, where they're in the midst of a $20 million project to defeat HIV for good, and working to recreate this cure for others.

"I didn't think it was possible that a cure was going to happen but it has happened," said Timothy Ray Brown.

Brown grew up in Seattle, then moved overseas where he was diagnosed as HIV positive in 1995.

But then Brown was diagnosed with Leukemia. Living in Berlin, he went through chemotherapy but it failed to eradicate his cancer.

In 2007, he needed a stem cell transplant. His doctor found hundreds of possible matches, but only one who possessed the mutated gene resistant to HIV.

"So it was kind of weird to hear that a defect was going to cure me of HIV and it actually did," Brown said. "It's completely gone from my body. I've been poked and prodded from head to toe."

Brown is now sterile from HIV and back in Seattle involved in a symposium.

Scientists at the Hutchinson Center say they're thrilled to actually meet with Brown and learn more about what caused his cure and build on it to find a cure for others.

"He really sparked a new direction in the HIV field," said Dr. Hans-Peter Kiem.

Kiem says it is close to a miracle that one person with the mutated gene matched him as a donor.

"There's really only about 1% or less than 1% of people with such a unique variation," Dr. Kiem said.

So now, at the Hutchinson Center where these transplants were pioneered, scientists search for a cure for millions with HIV.

"Now one of the things we want to do now is see if we can take the patient's own marrow cells and make them resistant to HIV," Kiem said. "And this is something we do here in my lab."

And the excitement toward finding a cure is building.

"A cure for HIV is inevitable," said Dr. Keith Jerome. "It's going to happen."

read more and more until you tired and being an "Einstein", but not a "Frankestein"

"I like to walk about among the beautiful things that adorn the world; but private wealth I should decline, or any sort of personal possessions, because they would take away my liberty."
George Santayana

Ernst Kantorowicz: “Looking at the stars, I feel my own futility.”
Erwin Panofsky: “All I feel is the futility of the stars.”

"I shall make a poem out of [about] nothing at all:
It will not speak of me or others,
Of love or youth, or of anything else,
For it was composed while I was asleep
Riding on horseback."
William IX of Aquitaine

“Fact, value! Value, fact! Fact, value! Value, fact! FACT, VALUE! VALUE, FACT!”
Piero Sraffa

"Irony is the glory of slaves."
Czeslaw Milosz

“It is painful to note that we find similar errors in two opposed schools: the bourgeois school and the socialist school. ‘Moralize! Moralize!’ cry both with missionary fervor.”
Baudelaire

"Why be a man when you can be a success."
Bertolt Brecht

"What is the good of philosophy if it does not make me a better human being?”
Ludwig Wittgenstein

"Every one knows every one else far too well for business purposes."
Rudyard Kipling

"I have come to the end. It is for others to judge"
Desiderius Erasmus

Tuesday, April 1, 2014

Beasiswa Bismillah

http://nadmura.blogspot.com/2013/11/beasiswa-pemerintah-federasi-rusia-2014.html
http://sitisukainah.wordpress.com/2012/02/05/beasiswa-ke-eropa


Beasiswa ke EropaFiled under: Beasiswa DiktiErasmus mundusEropaFullbrightJerman,motivasi beasiswaPenerima BeasiswaTips Dan Trik — 5 Comments5 February 2012



 
 
Rate This
Beasiswa Erasmus Mundus
ESKAS, Eidgenössische Stipendienkommission für Ausländische Studierende in der Schweiz, Hallwylstrasse 4, CH-3003 Bern, Tel.: +41 (0)31 323 26 76, Fax: +41 (0)31 323 30 20
Tentang Fullbright
  • S1 : nilai ijazah rata-rata 8,0 untuk mata pelajaran yang sesuai program studi tujuan, tidak ada angka merah untuk mata pelajaran lain, usia maks. tidak lebih dari 3th setelah tamat SMA, melengkapi berkas-berkas yang diperlukan, berkas lamaran dimasukkan dalam map kuning (dibuat masing-masing rangkap 2).
  • S2 : IPK min. 2,75, usia maks. 28th, melengkapi berkas-berkas yang diperlukan, berkas lamaran dimasukkan dalam map merah (dibuat masing-masing rangkap 2).
  • S3 : Lulus S2, memiliki pengalaman kerja sesuai spesialisasi, usia maks.35th, membuat referat/ proposal singkat maks.2 hlm tentang tema penelitian ilmiah, sertakan daftar judul publikasi (kalau ada). Untuk lulusan Rusia, proposal dibuat dalam Bahasa Indonesia dan Rusia, melengkapi berkas-berkas yang diperlukan, berkas lamaran dimasukkan dalam map hijau (dibuat masing-masing rangkap 2).
  • Post-doktoral: Lulus doktoral, memiliki pengalaman kerja sesuai spesialisasi, usia maks.45th, membuat referat/ proposal singkat maks.2 halaman tentang tema penelitian ilmiah, sertakan daftar judul publikasi (kalau ada). Menyertakan surat rekomendasi dari 2 profesor. Untuk lulusan Rusia, proposal dibuat dalam Bahasa Indonesia dan Rusia, melengkapi berkas-berkas yang diperlukan, berkas lamaran dimasukkan dalam map hijau (dibuat masing-masing rangkap 2).
  • Mengisi lembar aplikasi dalam Bahasa Inggris 2 kali (form terdapat di PIPKR)
  • Fotokopi ijazah dan transkrip nilai dilegalisir lembaga pendidikan yang mengeluarkan, dibuat 2 rangkap.
  • Terjemahan ijazah dan transkrip nilai dalam Bahasa Inggris dilegalisir lembaga pendidikan, disahkan notaris kemudian di ekivalensikan oleh Departemen Pendidikan Nasional, dibuat 2 rangkap.
  • Surat keterangan lulus tes kesehatan serta keterangan bebas HIV/AIDS, dalam Bahasa Inggris, dilegalisir instansi yang mengeluarkan, dibuat 2 rangkap.
  • Fotokopi akta kelahiran, 2 lembar.
  • Terjemahan akta kelahiran dalam Bahasa Inggris disahkan notaris, 2 lembar.
  • 10 lembar pasfoto 4×6 berwarna.
  • Fotokopi berwarna dari lembar pertama paspor (dibuat 2 kali) dan data diri lengkap (untuk mengisi visa). Masa berlaku paspor setidaknya terhitung 1,5 tahun sejak tiba di Rusia.
  • Membayar biaya pengganti yang dikeluarkan PIPKR untuk mengirim berkas lamaran ke Rusia, biaya telepon dan faksimil ke Rusia sebesar Rp.500.000,-
  • Penerjemahan dokumen ke dalam Bahasa Inggris dapat dilakukan oleh lembaga yang menerbitkan dokumen tersebut atau penerjemah tersumpah.
  1. seleksi berkas-berkas lamaran;
  1. seleksi wawancara;
  1. lulus wawancara, berkas dikirim ke dan diseleksi oleh Kementrian Pendidikan Rusia.
  • Perlengkapan baju, sepatu, keperluan pribadi dan pendukung lain yang memadai untuk iklim Rusia.
  • Uang saku untuk pengeluaran pribadi minimal 300USD/ bulan dan polis asuransi kesehatan 250USD/ tahun.
  • Biaya penjemputan, transportasi dari airport ke tempat tujuan dan registrasi paspor minimal 250USD (kecuali untuk kota-kota tertentu di selatan dan timur Rusia).
  • Tersedia asrama mahasiswa yang ongkos sewanya dibebankan kepada penerima beasiswa (+/- 30USD/bulan).
  • Tiket pesawat Jakarta-Moskow (+/- 900USD).
Beasiswa Dikti
pengalaman beasiswa dikti
Nah gara-gara itu pula, temannya yang sesama penerima beasiswa dikti, harus berutang dulu untuk bayar biaya kuliah. contohnya kayak semester ini, paling telat biaya kuliah (tuition fee) itu dibayar februari awal, sementara kabar dari indonesia.. dana beasiswa itu baru akan cair sekitar april! bayangkan….
emang bisa nego ama kampus untuk minta keringanan, tapi ada syarat lain yang diminta, yaitu surat dari kampus mengenai “adalah benar si student ini dijamin oleh kampus tersebut”. parahnya teman ini meminta surat keterangan dari kampusnya (sebuah perguruan tinggi negeri bergengsi di tanah air) sejak november 2008 lalu, sampe awal februari ini belum juga ada… “biasalah, birokrasi di sana…gimana, tau sendiri,” ujar si teman.
untuk mengurus visa kan, salah satunya harus tes kesehatan, dan itu kalo salah pilih rumah sakit untuk tes juga bisa runyam urusannya…
so, maju terus pantang mundur…:D
Jangan Menyerah!! :)
Beasiswa ke Eropa
Filed under: Beasiswa DiktiErasmus mundusEropaFullbrightJerman,motivasi beasiswaPenerima BeasiswaTips Dan Trik — 5 Comments
5 February 2012




 
 
Rate This
Beasiswa Erasmus Mundus
ESKAS, Eidgenössische Stipendienkommission für Ausländische Studierende in der Schweiz, Hallwylstrasse 4, CH-3003 Bern, Tel.: +41 (0)31 323 26 76, Fax: +41 (0)31 323 30 20
Tentang Fullbright
  • S1 : nilai ijazah rata-rata 8,0 untuk mata pelajaran yang sesuai program studi tujuan, tidak ada angka merah untuk mata pelajaran lain, usia maks. tidak lebih dari 3th setelah tamat SMA, melengkapi berkas-berkas yang diperlukan, berkas lamaran dimasukkan dalam map kuning (dibuat masing-masing rangkap 2).
  • S2 : IPK min. 2,75, usia maks. 28th, melengkapi berkas-berkas yang diperlukan, berkas lamaran dimasukkan dalam map merah (dibuat masing-masing rangkap 2).
  • S3 : Lulus S2, memiliki pengalaman kerja sesuai spesialisasi, usia maks.35th, membuat referat/ proposal singkat maks.2 hlm tentang tema penelitian ilmiah, sertakan daftar judul publikasi (kalau ada). Untuk lulusan Rusia, proposal dibuat dalam Bahasa Indonesia dan Rusia, melengkapi berkas-berkas yang diperlukan, berkas lamaran dimasukkan dalam map hijau (dibuat masing-masing rangkap 2).
  • Post-doktoral: Lulus doktoral, memiliki pengalaman kerja sesuai spesialisasi, usia maks.45th, membuat referat/ proposal singkat maks.2 halaman tentang tema penelitian ilmiah, sertakan daftar judul publikasi (kalau ada). Menyertakan surat rekomendasi dari 2 profesor. Untuk lulusan Rusia, proposal dibuat dalam Bahasa Indonesia dan Rusia, melengkapi berkas-berkas yang diperlukan, berkas lamaran dimasukkan dalam map hijau (dibuat masing-masing rangkap 2).
  • Mengisi lembar aplikasi dalam Bahasa Inggris 2 kali (form terdapat di PIPKR)
  • Fotokopi ijazah dan transkrip nilai dilegalisir lembaga pendidikan yang mengeluarkan, dibuat 2 rangkap.
  • Terjemahan ijazah dan transkrip nilai dalam Bahasa Inggris dilegalisir lembaga pendidikan, disahkan notaris kemudian di ekivalensikan oleh Departemen Pendidikan Nasional, dibuat 2 rangkap.
  • Surat keterangan lulus tes kesehatan serta keterangan bebas HIV/AIDS, dalam Bahasa Inggris, dilegalisir instansi yang mengeluarkan, dibuat 2 rangkap.
  • Fotokopi akta kelahiran, 2 lembar.
  • Terjemahan akta kelahiran dalam Bahasa Inggris disahkan notaris, 2 lembar.
  • 10 lembar pasfoto 4×6 berwarna.
  • Fotokopi berwarna dari lembar pertama paspor (dibuat 2 kali) dan data diri lengkap (untuk mengisi visa). Masa berlaku paspor setidaknya terhitung 1,5 tahun sejak tiba di Rusia.
  • Membayar biaya pengganti yang dikeluarkan PIPKR untuk mengirim berkas lamaran ke Rusia, biaya telepon dan faksimil ke Rusia sebesar Rp.500.000,-
  • Penerjemahan dokumen ke dalam Bahasa Inggris dapat dilakukan oleh lembaga yang menerbitkan dokumen tersebut atau penerjemah tersumpah.
  1. seleksi berkas-berkas lamaran;
  1. seleksi wawancara;
  1. lulus wawancara, berkas dikirim ke dan diseleksi oleh Kementrian Pendidikan Rusia.
  • Perlengkapan baju, sepatu, keperluan pribadi dan pendukung lain yang memadai untuk iklim Rusia.
  • Uang saku untuk pengeluaran pribadi minimal 300USD/ bulan dan polis asuransi kesehatan 250USD/ tahun.
  • Biaya penjemputan, transportasi dari airport ke tempat tujuan dan registrasi paspor minimal 250USD (kecuali untuk kota-kota tertentu di selatan dan timur Rusia).
  • Tersedia asrama mahasiswa yang ongkos sewanya dibebankan kepada penerima beasiswa (+/- 30USD/bulan).
  • Tiket pesawat Jakarta-Moskow (+/- 900USD).
Beasiswa Dikti
pengalaman beasiswa dikti
Nah gara-gara itu pula, temannya yang sesama penerima beasiswa dikti, harus berutang dulu untuk bayar biaya kuliah. contohnya kayak semester ini, paling telat biaya kuliah (tuition fee) itu dibayar februari awal, sementara kabar dari indonesia.. dana beasiswa itu baru akan cair sekitar april! bayangkan….
emang bisa nego ama kampus untuk minta keringanan, tapi ada syarat lain yang diminta, yaitu surat dari kampus mengenai “adalah benar si student ini dijamin oleh kampus tersebut”. parahnya teman ini meminta surat keterangan dari kampusnya (sebuah perguruan tinggi negeri bergengsi di tanah air) sejak november 2008 lalu, sampe awal februari ini belum juga ada… “biasalah, birokrasi di sana…gimana, tau sendiri,” ujar si teman.
untuk mengurus visa kan, salah satunya harus tes kesehatan, dan itu kalo salah pilih rumah sakit untuk tes juga bisa runyam urusannya…
so, maju terus pantang mundur…:D
Jangan Menyerah!! :)
Erasmus Mundus (EM) adalah beasiswa dari European Comission (EC) untuk memperkenalkan sekaligus memperbaiki mutu pendidikan di Eropa. Caranya? Organisasi ini memberikan beasiswa kepada mahasiwa yang dianggap bermutu dan ambisius.Memberi kesempatan mereka untuk merasakan sekolah di Eropa setelah meminta mereka mengisi berbagai formulir mengenai apa yg bisa mereka pikirkan untuk peningkatan pembangunan di Indonesia.
Sebagai mahasiswa Erasmus Mundus kita mendapatkan
1. Beasiswa 21000 EUR per tahun, jumlah total tergantung lama studi satu atau 2 tahun
2. Mobilitas ke minimal dua universitas berbeda di dua negara Eropa yang berbeda
3. Teman-teman dan dosen dari seluruh dunia
4. Kuliah dalam bahasa inggris.
Info lebih lengkap bisa dilihat di http://ec.europa.eu/education/programmes/mundus/) atau khusus buat anak Indonesia bisa liat di http://indoem.info. Berdasarkan pengalaman pribadiku, dibawah ini adalah catatan sekitar 6 bulan mahasiswa Indonesia penerima beasiswa Erasmus Mundus (EM) dan dilanjutkan dengan cerita saat-saat menjadi mahasiswa EM.
Erasmus Mundus (EM) adalah beasiswa dari European Comission (EC) untuk memperkenalkan sekaligus memperbaiki mutu pendidikan di Eropa. Caranya? Organisasi ini memberikan beasiswa kepada mahasiwa yang dianggap bermutu dan ambisius.Memberi kesempatan mereka untuk merasakan sekolah di Eropa setelah meminta mereka mengisi berbagai formulir mengenai apa yg bisa mereka pikirkan untuk peningkatan pembangunan di Indonesia.
Sebagai mahasiswa Erasmus Mundus kita mendapatkan
1. Beasiswa 21000 EUR per tahun, jumlah total tergantung lama studi satu atau 2 tahun
2. Mobilitas ke minimal dua universitas berbeda di dua negara Eropa yang berbeda
3. Teman-teman dan dosen dari seluruh dunia
4. Kuliah dalam bahasa inggris.
Info lebih lengkap bisa dilihat di http://ec.europa.eu/education/programmes/mundus/) atau khusus buat anak Indonesia bisa liat di http://indoem.info. Berdasarkan pengalaman pribadiku, dibawah ini adalah catatan sekitar 6 bulan mahasiswa Indonesia penerima beasiswa Erasmus Mundus (EM) dan dilanjutkan dengan cerita saat-saat menjadi mahasiswa EM.
BEASISWA di SWISS
1. State scholarship / Bundesstipendium
Negara kita di kelompokkan untuk bisa mendapatkan beasiswa tipe BP2, berlaku selama 9 bulan dan hanya akan diperpanjang jika memang sangat berprestasi.
Nilai beasiswanya tahun 2009 adalah sebesar CHF 1900/ bulan dan didapatkan untuk studi di universitas milik negara di swiss.
persyaratan:
1. Sudah mempunyai planing yang baik tentang rencana studinya serta berprestasi.
2.mengajukan lamaran beasiswa lengkap dengan projek penelitiannya pada universitas yang bersangkutan di swiss sehingga bisa ditetapkan apakah ada pembimbingnya dan kemungkinannya untuk studi: copy ijazah dengan nilai, study planning, CV diajukan lewat kedutaaan swiss (formular ada disana)
3.Jika Universitas membutuhkan berkas yang lain harap dipenuhi
4. Usia maximal 35 tahun
5. Menguasai bahasa perkuliahan (Jerman atau perancis atau Itali) serta kemampuan inggrisnya diatas tingkat rata-rata. Fihak kedutaan swiss di jakarta akan mengadakan tes kemampuan bahasa itu. Jika penguasaan bahasanya masih belum cukup diwajibkan mengikuti kursus bahasa nantinya paralel dengan studinya.
lengkapnya dalam bahasa jerman lihat d1:
2. Data Bank untuk mencari beasiswa di swiss
Links ini memberikan kesempatan untuk mengisi daftar pemberi beasiswa yang ada sesuai dengan kemampuan kita. Isi formulir yang ada dan nanti akan ditemukan dengan pemberi beasiswa yang sesuai dengan kemampuan kita.
lihat dalam bahasa jerman di: http://www.stipendiensuche.ch/
3. Beasiswa dari foundation di swiss
Beasiswa ini cuma bagi mahasiswa yang sudah berada di swiss. Jika mereka membutuhkan bantuan bisa menghubungi foundation ini dan akan dicarikan beasiswa untuk memenuhi kebutuhan dalam menyelesaikan studinya. persyaratannya adalah nilai yang bagus per tahunnya. Jika gagal dalam salah satu ujian yang ada beasiswa segera dibatalkan.
lihat dalam bahasa jerman di: http://www.studienstiftung.ch/d/
4. Beasiswa lintas Kanton
Beasiswa ini diberikan kepada mahasiswa yang sudah berada di swiss. Dengan mengajukan lamaran beasiswa pada instansi yang ada. Beasiwa diberikan satu kali sekaligus.
lihat dalam bahasa jerman  di: http://www.ausbildungsbeitraege.ch/dyn/9954.php
5. Swiss National Fonds
Beasiswa ini bagi mahasiswa yang SANGAT berprestsi. Bisa mengajukan beasisa ini seperti tipenya Beasiswa hibah bersaing di Indonesia. Beasiswa jumlah materinya sangat banyak, jika penelitiannya di bidang teknologi mutahir bisa mendapatkan sampai jutaan frank.
lihat dalam bahasa Inggris di: http://www.snf.ch/E/aboutus/Pages/default.aspx
6. Beasiswa untuk orang asing
Diverse Stipendien werden mittels bilateraler Abkommen zwischen Regierungen und/oder Universitäten vergeben. Postgraduierte aus Industrie- und Entwicklungsländern erhalten Universitätsstipendien. In den Sparten Kunst und Musik beschränken sich die Stipendien für fortgeschrittene Studierende auf Länder, die reziproke Programme anbieten. Am besten, Du erkundigst Dich zuerst bei den Behörden im eigenen Land, ob Du Anspruch auf ein Regierungsstipendium hast, oder ob Du die Schweizer Botschaft oder das Konsulat deines Heimatlandes kontaktieren sollest. Auskünfte bezüglich der von den Universitäten gewährten Stipendien können bei den Universitäten selbst eingeholt werden. Als Kandidat für ein Stipendium solltest Du unter 35 Jahre alt sein und Deutsch, Französisch oder Italienisch beherrschen. Wende Dich vor der Bewerbung an einen Dozenten oder an den Leiter oder die Leiterin des Nachdiplomprogramms an der gewählten Schweizer Universität, um eine schriftliche Zusagebestätigung zu erhalten.
Kontakt:
lihat (ada juga yang berbahasa Inggris) di: http://www.efors.eu/schweiz-stipendien-foerderung/#29
7. alamat untuk mendapatkan informasi beasiswa di swiss:
untuk mendapatkan informasi lengkap tentang persyaratan dan mendapatkan beasiswa bisa hubungi alamat yang ada di dalam links bahasa inggris dan jerman berikut ini:
Satu lagi beasiswa yang prestise di kalangan para pemburu beasiswa alias scholarshiphunter adalah Beasiswa Fulbright dari pemerintah Amerika Serikat. Beasiswa ini tak hanya satu jenis, tapi mencapai sembilan jenis (atau mungkin sekarang sudah bertambah…). Masing-masing jenis memberikan jatah yang berbeda-beda pula.. Untuk beasiswa Fulbright program master misalnya disediakan lima beasiswa, untuk MBA 5 beasiswa, kemudian PhD ada 3 beasiswa. Ada pula beasiswa non-degree seperti Humphrey program.. ada juga beasiswa khusus untuk masyarakat Indonesia dari kawasan timur, dsb.
Intinya, beasiswa ini sangat beragam meskipun namanya sama, karena itu syaratnya pun berbeda-beda. Kalau ingin tahu lebih banyak, kunjungi sajawww.aminef.or.id dan temukan beasiswa yang sesuai untuk Anda…
Syarat umumnya sih sama dan cenderung sederhana jika dibandingkan dengan beasiswa lainnya, misalnya Chevening atau ADS. Pelamar harus mempunyai skor TOEFL tertentu dan mengisi aplikasi yang disediakan di website. Itu saja…
Kalau kita lolos seleksi tahap pertama, kita akan dipanggil untuk test wawancara. Jika lolos dalam test wawancara, udah.. berarti kita sudah menjadi kandidat untuk beasiswa tersebut. Memang, kita masih harus mengikuti test TOEFL iBT, tapi itu semua gratis sebab yang menyediakan adalah pihak Aminef.
Jika nilai TOEFL nya memenuhi syarat, maka proses pendaftaran ke universitas akan dimulai. Khusus untuk Humphrey program (yang pernah saya ikuti), menjadi kandidat terpilih di Indonesia, belum menjadi jaminan bahwa kita akan berangkat ke Amrik. Pasalnya, Aminef Indonesia memilih 5 kandidat dari seluruh pelamar.. tapi yang akan berangkat, hanya 3 orang. Lalu siapa yang memilih 3 dari 5 kandidat ini? Board of Director Fulbright di Washington D.C…
So, kalau anda daftar Humphrey program.. jangan senang dulu kalo dah jadi Kandidat Indonesia.. sebab kemungkinan keberangkatan Anda harus dipastikan dulu setelah rapat board of director.
Sementara untuk para kandidat dari program Master, MBA dan PhD.. soal jadi berangkat atau tidaknya, ditentukan oleh kecepatan mereka mendaftar ke universitas, skor GMAT dan upaya untuk mencari tambahan allowance sebab beasiswa yang diberikan untuk Fulbright ternyata tidak cukup untuk hidup di sana. Jadi, pastilah para penerima beasiswa Fulbright ini harus mencari beasiswa lainnya…
Rekan-rekan,
Saya harap beberapa tips ini bisa bermanfaat bagi mereka yang akan bersiap2 untuk interview Fulbright, maupun mencoba melamar beasiswa Fulbright untuk periode berikut. Oh ya, beasiswanya ‘Fulbright’ dengan 1 l, bukan ‘Fullbright’. Ini saya ambil dari korespondensi dengan seorang rekan laskar beasiswa:
1. Apa sajakah yang umumnya ditanyakan pada saat interview nanti? Dan jawaban apakah yang kira-kira terbaik untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut?
>> Interviewnya sebagian besar berdasarkan essay yang kita kirimkan ke pihak AMINEF. Jadi pastikan yang Anda tulis itu benar2 dipahami luar-dalam. Sisanya akan sangat bergantung dari arah interview tersebut. Biasanya berkisar pada pengetahuan umum atau info mutakhir terkait dengan jurusan Anda. Misalnya teknik perminyakan, bisa jadi akan ditanya2 tentang musibah ‘oil spill’ di Amerika dan opini pribadi Anda akan musibah tersebut. Jawaban terbaik itu saya sendiri tidak bisa menjamin. Asalkan argumentasi Anda memiliki fondasi yang kuat (orang Amerika sangat menghargai keterampilan berargumentasi, walaupun argumentasinya mungkin bisa bikin ‘kuping panas’ untuk standar orang Indonesia), biasanya itu akan menjadi nilai plus.
2. Siapakah yang akan menginterview, dan berapa orangkah biasanya?
>> Yang akan menginterview biasanya staf2 AMINEF maupun kedutaan Amerika. Biasanya dipimpin oleh Mr. McCoy atau Pak Piet. Tim interview sendiri biasanya ada 3 – 4 orang. Oh ya, format interviewnya klasik. Ada yang jadi ‘polisi baik’ dan ‘polisi jahat’, jadi siap2 mental karena biasanya ada interviewer yang gaya nanyanya rada ‘sengak’ dan galak.
3. Kandidat seperti apakah yang diinginkan atau yang biasanya memenangkan beasiswa ini?Misalnya: Kandidat dengan IPK Cum Laude Saja, Experience yang bertahun-tahun, kandidat yang akan menjadi dosen atau yang lain sebagainya.
>> Berdasarkan pengalaman saya dan beberapa rekan yang sudah berhasil menang beasiswa ke Amerika, IPK tinggi maupun pengalaman bertahun2 bukanlah faktor yang sangat menentukan. Kandidat yang punya kemampuan argumentasi dalam bahasa Inggris di atas rata-rata, baik secara lisan maupun tulisan DAN ingin lanjut studi di jurusan yang sangat relevan dengan pembangunan Indonesia (tapi dari sudut pandang orang Amerika) adalah mereka yang selalu menang beasiswa Fulbright. Dulu sebelum saya berangkat ke Amerika, Mr. McCoy pernah mengeluh kenapa banyak sekali orang Indonesia yang melamar beasiswa Fulbright untuk bidang business, finance, management, maupun accounting. Jurusan2 ini ujung2nya lebih mengarah untuk mencari uang, dan bukannya melayani masyarakat. Coba Anda perhatikan, jarang sekali pemenang Fulbright yang dari jurusan2 tersebut.
4. Apakah yang sebaiknya Saya persiapkan sebelum interview? (Apakah Saya perlu mempersiapkan dengan nilai GRE, TOEFL IBT sebelum interview)
>> Sebelum interview? Ya lulus seleksi essay tertulis dulu, hehehe. Kalau sudah lulus, baca lagi essay yang Anda kirim dan pastikan Anda paham luar-dalam semua yang Anda tuangkan di essay tersebut. Juga pelajari isu2 mutakhir yang terkait dengan bidang Anda, dan apa relevansi jurusan Anda untuk ke depannya setelah selesai studi dengan beasiswa Fulbright. Dengan kata lain, apa yang kelak akan Anda lakukan setelah jadi alumnus beasiswa Fulbright? Ini juga sangat penting, karena -maaf jika ini terkesan kasar- beberapa alumnus beasiswa Fulbright rada2 tidak tahu terima kasih. Setelah beasiswanya selesai, mereka sama sekali tidak memberikan kontribusi berarti di bidang mereka dan tidak mau membangun network antar sesama alumnus Fullbright.
BEASISWA DI RUSIA 
Setiap awal tahun, pemerintah Federasi Rusia memberikan beasiswa untuk mahasiswa Indonesia belajar di Rusia. Untuk jenjang S1, S2 dan spesialisasi (35 beasiswa); S3 dan post-doktoral (10 beasiswa).
Beasiswa tersedia untuk Ilmu Alam; Ilmu Teknik; Ilmu Sosial; Ilmu Humaniora. Untuk Ilmu Hukum dan Ilmu Politik, masing-masing hanya tersedia 1 kuota, untuk Kedokteran hanya tersedia 3 kuota.
Persyaratan yang harus dipenuhi pelamar adalah:
Berkas-berkas lamaran yang harus diajukan dan diurutkan sebagai berikut:
Pelamar beasiswa akan melewati 3 tahap seleksi:
Penerima beasiswa akan mendapatkan: biaya pendidikan selama jenjang pendidikannya S1 (5 th), S2-S3-postdoktoral (3 th); uang saku per bulan 1100RUB/ 37,2USD (S1, S2), atau uang saku per bulan 1500RUB/ 50,8USD (S3, postdoktoral). S1 dan S2 akan mengikuti fakultas persiapan 1th untuk belajar Bahasa Rusia dan tiba di Rusia bulan September. S3 dan postdoktoral tiba di Rusia bulan Desember.
Perlengkapan dan biaya yang harus disediakan dan ditanggung sendiri oleh penerima beasiswa adalah:
Beasiswa tersedia untuk Ilmu Alam; Ilmu Teknik; Ilmu Sosial; Ilmu Humaniora. Untuk Ilmu Hukum dan Ilmu Politik, masing-masing hanya tersedia 1 kuota, untuk Kedokteran hanya tersedia 3 kuota. Pendaftaran dibuka dari tanggal 23 maret 2011 – 14 April 2011. Hubungi Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia, Jln Diponegoro 12, Menteng Jakarta Pusat, telp: 021 – 31935290
Sumber:
(ini berdasarkan pengalaman mbak ana,australia)
Kemarin, aku menghadiri seminar mengenai beasiswa Dikti, yang jumlahnya mencapai Rp 600 juta – Rp 1 miliar untuk para penerimanya. Jumlah yang bikin ngiler kan?
Gimana caranya daftar beasiswa dikti ini? Sayangnya, hanya para dosen yang bisa daftar beasiswa ini…
Yang belum jadi dosen? Ada trik supaya dapat beasiswa ini lho… ntar aku critain di bawah…
Beasiswa dikti ini terdiri dari 3 macam, yaitu untuk S2/S3, untuk program Sandwich-Like dan untuk postdoc. Kalo untuk yang master (S2) nilai beasiswanya sekitar Rp 600 jutaan… sementara yang postdoc jumlahnya bisa mencapai Rp 1 miliar… sedangkan program Sandwich-Like, adalah program semacam shortcourse tetapi bagian dari kuliah S2 para mahasiswa di Indonesia. Jadi ya nilainya tak terlalu besar, dan waktunya pun hanya sekitar 2-3 bulan saja… Sedangkan untuk yang S2/S3 dan postdoc itu waktunya maksium 3 tahun. Dengan batas usia maksimal adalah 55 tahun!!!! Keren kan? Hehehe…
Program ini dibuka sejak tahun lalu, menurut Pak Loekito (yang memberikan materi seminar tersebut), karena baru di-launching tahun lalu persaingan tidak begitu ketat.. sedangkan tahun ini dan ke depan, yaaa… mulai banyak yang tahu, jadi lebih ketatlah persaingan.
Salah satu syarat untuk mendapatkan beasiswa Dikti ini adalah diperolehnya Letter of Acceptance (LoA) dari universitas yang akan dituju. Ini yang bikin agak berat kan? Soalnya, untuk menerima LoA, para dosen harus mengikuti prosedur persyaratan pendaftaran, yang mau tak mau, mensyaratkan nilai bahasa Inggris yang bagus.. at least IELTS 6.5 dong…
Meskipun, untuk mendaftar beasiswa Dikti itu sendiri, syarat TOEFL hanya 500 atau 530 dan IELTS 6.0 over all. Masalahnya (menurutku), gimana bisa keterima di universitas luar negeri kalo rata-rata uni di sana mensyaratkan IELTS 6.5. Ehhh, ada yang syaratnya IELTS 6.0 siy.. tapi umumnya minta IELTS 6.5
Pak Loekito, yang juga manager IDP Malang Jawa Timur dan dosen di Universitas Brawijaya Malang (kampus tempat aku dulu belajar juga…hehehe), mengatakan bahwa Dikti mempunyai daftar universitas di luar negeri yang boleh dimasuki oleh para calon penerima beasiswa Dikti ini. Mereka tersebar di berbagai negara… tapi itu tadi, Dikti punya daftar apakah uni tersebut masuk dalam daftar mereka ato tidak. Yang aman sih, semua uni di Australia, ada di daftar-nya Dikti…
Aku yang bukan dosen, haduhhh…ngiler denger penjelasan itu. Trus, pak Loekito bertanya kepada audience, siapa saja yang belum jadi dosen. Ternyata, mayoritas peserta seminar bukanlah dosen. “saya kasih tips, gimana caranya untuk dapatkan beasiswa ini,” ujar dia.
Pertama, harus mendaftar jadi dosen dulu. Peserta gerrr… “Lho, iya… anda yang belum jadi dosen, ngelamar jadi dosen tapi kalo di perguruan tinggi negeri kan susah, banyak syarat dan macem2, nah daftarnya di PTS saja.. S1 juga masih boleh.. asalkan segera jadi S2. Nah, anda bilang ke PTS tersebut bahwa anda bersedia menjadi dosen, meskipun tidak dibayar pada awalnya… Yang penting anda dapat status dosen dan mendapatkan SK (surat keputusan)… setelah itu, anda bisa daftar untuk beasiswa ini.., “ ungkap Pak Loekito.
Aku pikir, bener juga… ide menarik!
Nah, bagi yang tertarik dengan info beasiswa Dikti ini, silakan diklik sajawww.dikti.org… Banyak info di sana, tak cuma soal beasiswa ratusan juta itu kok.
ini kisah seorang teman.. mengenai pengalamannya menjalani beasiswa. saat ini dia dan temannya sedang mengikuti pendidikan di salah satu uni di brisbane, australia. kami bertemu belum lama ini dan dia bercerita bagaimana “penantian” untuk mendapatkan dana beasiswa itu…
dia bilang bahwa pencairan dana beasiswa itu, tergantung APBN. yang terjadi kemudian adalah keterlambatan penerimaan dana.. kalo hanya molor satu dua minggu, nggak masalah dong. tapi kalo sampe berbulan-bulan…walahhh…
jadilah si teman tersebut kalang kabut, cari pinjaman sana sini untuk biaya kuliah. Ga tanggung-tanggung, nilai tuition fee nya itu 10 ribu dolar australia… dengan rate 7300 rupiah per AUD, maka tuition fee itu menjadi sekitar 73 juta rupiah selama satu semester. duit dari mana coba??
birokrasi menjadi persoalan serius di negeri kita… orang sekolah di luar negeri, janjinya dibiayai.. dan memang jumlahnya lumayan gede lho…beasiswa dikti ini.. hampir sama dengan beasiswa ADS yang aku terima. bedanya, kalo beasiswa ADS, semuanya sudah terencana.. sudah tertata dengan cukup baik, ga ada urusan puyeng ama duit kuliah dsb.. sementara beasiswa dikti ini kudu menunggu pencairan dana yang per semester…itupun telat pula.. karena seperti dibilang tadi.. tergantung APBN.
udah gitu, konon, menurut si teman ini, pengumuman penerimaan beasiswa dikti ini pun mepet dengan saat daftar ulang ke uni… jadinya itu tadi, kalang kabut. masih cerita teman yang tadi, dia hanya punya waktu 2 minggu untuk mengurus visa sampai beli tiket sebelum berangkat… cuma dua minggu.. kebayang kan, gimana lari-larinya mencari semua itu…:D
aku crita ini bukan bermaksud menakut-nakuti..justru share informasi, agar para peminat beasiswa dikti ini lebih bersiap dengan segala kemungkinan.. bersiap dengan beberapa strategi…
nggak cuma perang yang perlu strategi lho :)
tapi semua kesulitan itu, sesuailah dengan keuntungan yang diperoleh. karena setiap proses beasiswa, pasti ada keuntungan dan kesulitannya…
selama kita punya kemauan keras dan berusaha mewujudkannya, insya Allah selalu ada jalan. Tak peduli berapa lama waktu yang kita butuhkan… yang diperlukan memang keyakinan dan upaya keras…
Semangat untuk sobat-sobat pemburu beasiswa!!
Warm regards
inna

Erasmus Mundus (EM) adalah beasiswa dari European Comission (EC) untuk memperkenalkan sekaligus memperbaiki mutu pendidikan di Eropa. Caranya? Organisasi ini memberikan beasiswa kepada mahasiwa yang dianggap bermutu dan ambisius.Memberi kesempatan mereka untuk merasakan sekolah di Eropa setelah meminta mereka mengisi berbagai formulir mengenai apa yg bisa mereka pikirkan untuk peningkatan pembangunan di Indonesia.
Sebagai mahasiswa Erasmus Mundus kita mendapatkan
1. Beasiswa 21000 EUR per tahun, jumlah total tergantung lama studi satu atau 2 tahun
2. Mobilitas ke minimal dua universitas berbeda di dua negara Eropa yang berbeda
3. Teman-teman dan dosen dari seluruh dunia
4. Kuliah dalam bahasa inggris.
Info lebih lengkap bisa dilihat di http://ec.europa.eu/education/programmes/mundus/) atau khusus buat anak Indonesia bisa liat di http://indoem.info. Berdasarkan pengalaman pribadiku, dibawah ini adalah catatan sekitar 6 bulan mahasiswa Indonesia penerima beasiswa Erasmus Mundus (EM) dan dilanjutkan dengan cerita saat-saat menjadi mahasiswa EM.
Erasmus Mundus (EM) adalah beasiswa dari European Comission (EC) untuk memperkenalkan sekaligus memperbaiki mutu pendidikan di Eropa. Caranya? Organisasi ini memberikan beasiswa kepada mahasiwa yang dianggap bermutu dan ambisius.Memberi kesempatan mereka untuk merasakan sekolah di Eropa setelah meminta mereka mengisi berbagai formulir mengenai apa yg bisa mereka pikirkan untuk peningkatan pembangunan di Indonesia.
Sebagai mahasiswa Erasmus Mundus kita mendapatkan
1. Beasiswa 21000 EUR per tahun, jumlah total tergantung lama studi satu atau 2 tahun
2. Mobilitas ke minimal dua universitas berbeda di dua negara Eropa yang berbeda
3. Teman-teman dan dosen dari seluruh dunia
4. Kuliah dalam bahasa inggris.
Info lebih lengkap bisa dilihat di http://ec.europa.eu/education/programmes/mundus/) atau khusus buat anak Indonesia bisa liat di http://indoem.info. Berdasarkan pengalaman pribadiku, dibawah ini adalah catatan sekitar 6 bulan mahasiswa Indonesia penerima beasiswa Erasmus Mundus (EM) dan dilanjutkan dengan cerita saat-saat menjadi mahasiswa EM.
BEASISWA di SWISS
1. State scholarship / Bundesstipendium
Negara kita di kelompokkan untuk bisa mendapatkan beasiswa tipe BP2, berlaku selama 9 bulan dan hanya akan diperpanjang jika memang sangat berprestasi.
Nilai beasiswanya tahun 2009 adalah sebesar CHF 1900/ bulan dan didapatkan untuk studi di universitas milik negara di swiss.
persyaratan:
1. Sudah mempunyai planing yang baik tentang rencana studinya serta berprestasi.
2.mengajukan lamaran beasiswa lengkap dengan projek penelitiannya pada universitas yang bersangkutan di swiss sehingga bisa ditetapkan apakah ada pembimbingnya dan kemungkinannya untuk studi: copy ijazah dengan nilai, study planning, CV diajukan lewat kedutaaan swiss (formular ada disana)
3.Jika Universitas membutuhkan berkas yang lain harap dipenuhi
4. Usia maximal 35 tahun
5. Menguasai bahasa perkuliahan (Jerman atau perancis atau Itali) serta kemampuan inggrisnya diatas tingkat rata-rata. Fihak kedutaan swiss di jakarta akan mengadakan tes kemampuan bahasa itu. Jika penguasaan bahasanya masih belum cukup diwajibkan mengikuti kursus bahasa nantinya paralel dengan studinya.
lengkapnya dalam bahasa jerman lihat d1:
2. Data Bank untuk mencari beasiswa di swiss
Links ini memberikan kesempatan untuk mengisi daftar pemberi beasiswa yang ada sesuai dengan kemampuan kita. Isi formulir yang ada dan nanti akan ditemukan dengan pemberi beasiswa yang sesuai dengan kemampuan kita.
lihat dalam bahasa jerman di: http://www.stipendiensuche.ch/
3. Beasiswa dari foundation di swiss
Beasiswa ini cuma bagi mahasiswa yang sudah berada di swiss. Jika mereka membutuhkan bantuan bisa menghubungi foundation ini dan akan dicarikan beasiswa untuk memenuhi kebutuhan dalam menyelesaikan studinya. persyaratannya adalah nilai yang bagus per tahunnya. Jika gagal dalam salah satu ujian yang ada beasiswa segera dibatalkan.
lihat dalam bahasa jerman di: http://www.studienstiftung.ch/d/
4. Beasiswa lintas Kanton
Beasiswa ini diberikan kepada mahasiswa yang sudah berada di swiss. Dengan mengajukan lamaran beasiswa pada instansi yang ada. Beasiwa diberikan satu kali sekaligus.
lihat dalam bahasa jerman  di: http://www.ausbildungsbeitraege.ch/dyn/9954.php
5. Swiss National Fonds
Beasiswa ini bagi mahasiswa yang SANGAT berprestsi. Bisa mengajukan beasisa ini seperti tipenya Beasiswa hibah bersaing di Indonesia. Beasiswa jumlah materinya sangat banyak, jika penelitiannya di bidang teknologi mutahir bisa mendapatkan sampai jutaan frank.
lihat dalam bahasa Inggris di: http://www.snf.ch/E/aboutus/Pages/default.aspx
6. Beasiswa untuk orang asing
Diverse Stipendien werden mittels bilateraler Abkommen zwischen Regierungen und/oder Universitäten vergeben. Postgraduierte aus Industrie- und Entwicklungsländern erhalten Universitätsstipendien. In den Sparten Kunst und Musik beschränken sich die Stipendien für fortgeschrittene Studierende auf Länder, die reziproke Programme anbieten. Am besten, Du erkundigst Dich zuerst bei den Behörden im eigenen Land, ob Du Anspruch auf ein Regierungsstipendium hast, oder ob Du die Schweizer Botschaft oder das Konsulat deines Heimatlandes kontaktieren sollest. Auskünfte bezüglich der von den Universitäten gewährten Stipendien können bei den Universitäten selbst eingeholt werden. Als Kandidat für ein Stipendium solltest Du unter 35 Jahre alt sein und Deutsch, Französisch oder Italienisch beherrschen. Wende Dich vor der Bewerbung an einen Dozenten oder an den Leiter oder die Leiterin des Nachdiplomprogramms an der gewählten Schweizer Universität, um eine schriftliche Zusagebestätigung zu erhalten.
Kontakt:
lihat (ada juga yang berbahasa Inggris) di: http://www.efors.eu/schweiz-stipendien-foerderung/#29
7. alamat untuk mendapatkan informasi beasiswa di swiss:
untuk mendapatkan informasi lengkap tentang persyaratan dan mendapatkan beasiswa bisa hubungi alamat yang ada di dalam links bahasa inggris dan jerman berikut ini:
Satu lagi beasiswa yang prestise di kalangan para pemburu beasiswa alias scholarshiphunter adalah Beasiswa Fulbright dari pemerintah Amerika Serikat. Beasiswa ini tak hanya satu jenis, tapi mencapai sembilan jenis (atau mungkin sekarang sudah bertambah…). Masing-masing jenis memberikan jatah yang berbeda-beda pula.. Untuk beasiswa Fulbright program master misalnya disediakan lima beasiswa, untuk MBA 5 beasiswa, kemudian PhD ada 3 beasiswa. Ada pula beasiswa non-degree seperti Humphrey program.. ada juga beasiswa khusus untuk masyarakat Indonesia dari kawasan timur, dsb.
Intinya, beasiswa ini sangat beragam meskipun namanya sama, karena itu syaratnya pun berbeda-beda. Kalau ingin tahu lebih banyak, kunjungi sajawww.aminef.or.id dan temukan beasiswa yang sesuai untuk Anda…
Syarat umumnya sih sama dan cenderung sederhana jika dibandingkan dengan beasiswa lainnya, misalnya Chevening atau ADS. Pelamar harus mempunyai skor TOEFL tertentu dan mengisi aplikasi yang disediakan di website. Itu saja…
Kalau kita lolos seleksi tahap pertama, kita akan dipanggil untuk test wawancara. Jika lolos dalam test wawancara, udah.. berarti kita sudah menjadi kandidat untuk beasiswa tersebut. Memang, kita masih harus mengikuti test TOEFL iBT, tapi itu semua gratis sebab yang menyediakan adalah pihak Aminef.
Jika nilai TOEFL nya memenuhi syarat, maka proses pendaftaran ke universitas akan dimulai. Khusus untuk Humphrey program (yang pernah saya ikuti), menjadi kandidat terpilih di Indonesia, belum menjadi jaminan bahwa kita akan berangkat ke Amrik. Pasalnya, Aminef Indonesia memilih 5 kandidat dari seluruh pelamar.. tapi yang akan berangkat, hanya 3 orang. Lalu siapa yang memilih 3 dari 5 kandidat ini? Board of Director Fulbright di Washington D.C…
So, kalau anda daftar Humphrey program.. jangan senang dulu kalo dah jadi Kandidat Indonesia.. sebab kemungkinan keberangkatan Anda harus dipastikan dulu setelah rapat board of director.
Sementara untuk para kandidat dari program Master, MBA dan PhD.. soal jadi berangkat atau tidaknya, ditentukan oleh kecepatan mereka mendaftar ke universitas, skor GMAT dan upaya untuk mencari tambahan allowance sebab beasiswa yang diberikan untuk Fulbright ternyata tidak cukup untuk hidup di sana. Jadi, pastilah para penerima beasiswa Fulbright ini harus mencari beasiswa lainnya…
Rekan-rekan,
Saya harap beberapa tips ini bisa bermanfaat bagi mereka yang akan bersiap2 untuk interview Fulbright, maupun mencoba melamar beasiswa Fulbright untuk periode berikut. Oh ya, beasiswanya ‘Fulbright’ dengan 1 l, bukan ‘Fullbright’. Ini saya ambil dari korespondensi dengan seorang rekan laskar beasiswa:
1. Apa sajakah yang umumnya ditanyakan pada saat interview nanti? Dan jawaban apakah yang kira-kira terbaik untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut?
>> Interviewnya sebagian besar berdasarkan essay yang kita kirimkan ke pihak AMINEF. Jadi pastikan yang Anda tulis itu benar2 dipahami luar-dalam. Sisanya akan sangat bergantung dari arah interview tersebut. Biasanya berkisar pada pengetahuan umum atau info mutakhir terkait dengan jurusan Anda. Misalnya teknik perminyakan, bisa jadi akan ditanya2 tentang musibah ‘oil spill’ di Amerika dan opini pribadi Anda akan musibah tersebut. Jawaban terbaik itu saya sendiri tidak bisa menjamin. Asalkan argumentasi Anda memiliki fondasi yang kuat (orang Amerika sangat menghargai keterampilan berargumentasi, walaupun argumentasinya mungkin bisa bikin ‘kuping panas’ untuk standar orang Indonesia), biasanya itu akan menjadi nilai plus.
2. Siapakah yang akan menginterview, dan berapa orangkah biasanya?
>> Yang akan menginterview biasanya staf2 AMINEF maupun kedutaan Amerika. Biasanya dipimpin oleh Mr. McCoy atau Pak Piet. Tim interview sendiri biasanya ada 3 – 4 orang. Oh ya, format interviewnya klasik. Ada yang jadi ‘polisi baik’ dan ‘polisi jahat’, jadi siap2 mental karena biasanya ada interviewer yang gaya nanyanya rada ‘sengak’ dan galak.
3. Kandidat seperti apakah yang diinginkan atau yang biasanya memenangkan beasiswa ini?Misalnya: Kandidat dengan IPK Cum Laude Saja, Experience yang bertahun-tahun, kandidat yang akan menjadi dosen atau yang lain sebagainya.
>> Berdasarkan pengalaman saya dan beberapa rekan yang sudah berhasil menang beasiswa ke Amerika, IPK tinggi maupun pengalaman bertahun2 bukanlah faktor yang sangat menentukan. Kandidat yang punya kemampuan argumentasi dalam bahasa Inggris di atas rata-rata, baik secara lisan maupun tulisan DAN ingin lanjut studi di jurusan yang sangat relevan dengan pembangunan Indonesia (tapi dari sudut pandang orang Amerika) adalah mereka yang selalu menang beasiswa Fulbright. Dulu sebelum saya berangkat ke Amerika, Mr. McCoy pernah mengeluh kenapa banyak sekali orang Indonesia yang melamar beasiswa Fulbright untuk bidang business, finance, management, maupun accounting. Jurusan2 ini ujung2nya lebih mengarah untuk mencari uang, dan bukannya melayani masyarakat. Coba Anda perhatikan, jarang sekali pemenang Fulbright yang dari jurusan2 tersebut.
4. Apakah yang sebaiknya Saya persiapkan sebelum interview? (Apakah Saya perlu mempersiapkan dengan nilai GRE, TOEFL IBT sebelum interview)
>> Sebelum interview? Ya lulus seleksi essay tertulis dulu, hehehe. Kalau sudah lulus, baca lagi essay yang Anda kirim dan pastikan Anda paham luar-dalam semua yang Anda tuangkan di essay tersebut. Juga pelajari isu2 mutakhir yang terkait dengan bidang Anda, dan apa relevansi jurusan Anda untuk ke depannya setelah selesai studi dengan beasiswa Fulbright. Dengan kata lain, apa yang kelak akan Anda lakukan setelah jadi alumnus beasiswa Fulbright? Ini juga sangat penting, karena -maaf jika ini terkesan kasar- beberapa alumnus beasiswa Fulbright rada2 tidak tahu terima kasih. Setelah beasiswanya selesai, mereka sama sekali tidak memberikan kontribusi berarti di bidang mereka dan tidak mau membangun network antar sesama alumnus Fullbright.
BEASISWA DI RUSIA 
Setiap awal tahun, pemerintah Federasi Rusia memberikan beasiswa untuk mahasiswa Indonesia belajar di Rusia. Untuk jenjang S1, S2 dan spesialisasi (35 beasiswa); S3 dan post-doktoral (10 beasiswa).
Beasiswa tersedia untuk Ilmu Alam; Ilmu Teknik; Ilmu Sosial; Ilmu Humaniora. Untuk Ilmu Hukum dan Ilmu Politik, masing-masing hanya tersedia 1 kuota, untuk Kedokteran hanya tersedia 3 kuota.
Persyaratan yang harus dipenuhi pelamar adalah:
Berkas-berkas lamaran yang harus diajukan dan diurutkan sebagai berikut:
Pelamar beasiswa akan melewati 3 tahap seleksi:
Penerima beasiswa akan mendapatkan: biaya pendidikan selama jenjang pendidikannya S1 (5 th), S2-S3-postdoktoral (3 th); uang saku per bulan 1100RUB/ 37,2USD (S1, S2), atau uang saku per bulan 1500RUB/ 50,8USD (S3, postdoktoral). S1 dan S2 akan mengikuti fakultas persiapan 1th untuk belajar Bahasa Rusia dan tiba di Rusia bulan September. S3 dan postdoktoral tiba di Rusia bulan Desember.
Perlengkapan dan biaya yang harus disediakan dan ditanggung sendiri oleh penerima beasiswa adalah:
Beasiswa tersedia untuk Ilmu Alam; Ilmu Teknik; Ilmu Sosial; Ilmu Humaniora. Untuk Ilmu Hukum dan Ilmu Politik, masing-masing hanya tersedia 1 kuota, untuk Kedokteran hanya tersedia 3 kuota. Pendaftaran dibuka dari tanggal 23 maret 2011 – 14 April 2011. Hubungi Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia, Jln Diponegoro 12, Menteng Jakarta Pusat, telp: 021 – 31935290
Sumber:
(ini berdasarkan pengalaman mbak ana,australia)
Kemarin, aku menghadiri seminar mengenai beasiswa Dikti, yang jumlahnya mencapai Rp 600 juta – Rp 1 miliar untuk para penerimanya. Jumlah yang bikin ngiler kan?
Gimana caranya daftar beasiswa dikti ini? Sayangnya, hanya para dosen yang bisa daftar beasiswa ini…
Yang belum jadi dosen? Ada trik supaya dapat beasiswa ini lho… ntar aku critain di bawah…
Beasiswa dikti ini terdiri dari 3 macam, yaitu untuk S2/S3, untuk program Sandwich-Like dan untuk postdoc. Kalo untuk yang master (S2) nilai beasiswanya sekitar Rp 600 jutaan… sementara yang postdoc jumlahnya bisa mencapai Rp 1 miliar… sedangkan program Sandwich-Like, adalah program semacam shortcourse tetapi bagian dari kuliah S2 para mahasiswa di Indonesia. Jadi ya nilainya tak terlalu besar, dan waktunya pun hanya sekitar 2-3 bulan saja… Sedangkan untuk yang S2/S3 dan postdoc itu waktunya maksium 3 tahun. Dengan batas usia maksimal adalah 55 tahun!!!! Keren kan? Hehehe…
Program ini dibuka sejak tahun lalu, menurut Pak Loekito (yang memberikan materi seminar tersebut), karena baru di-launching tahun lalu persaingan tidak begitu ketat.. sedangkan tahun ini dan ke depan, yaaa… mulai banyak yang tahu, jadi lebih ketatlah persaingan.
Salah satu syarat untuk mendapatkan beasiswa Dikti ini adalah diperolehnya Letter of Acceptance (LoA) dari universitas yang akan dituju. Ini yang bikin agak berat kan? Soalnya, untuk menerima LoA, para dosen harus mengikuti prosedur persyaratan pendaftaran, yang mau tak mau, mensyaratkan nilai bahasa Inggris yang bagus.. at least IELTS 6.5 dong…
Meskipun, untuk mendaftar beasiswa Dikti itu sendiri, syarat TOEFL hanya 500 atau 530 dan IELTS 6.0 over all. Masalahnya (menurutku), gimana bisa keterima di universitas luar negeri kalo rata-rata uni di sana mensyaratkan IELTS 6.5. Ehhh, ada yang syaratnya IELTS 6.0 siy.. tapi umumnya minta IELTS 6.5
Pak Loekito, yang juga manager IDP Malang Jawa Timur dan dosen di Universitas Brawijaya Malang (kampus tempat aku dulu belajar juga…hehehe), mengatakan bahwa Dikti mempunyai daftar universitas di luar negeri yang boleh dimasuki oleh para calon penerima beasiswa Dikti ini. Mereka tersebar di berbagai negara… tapi itu tadi, Dikti punya daftar apakah uni tersebut masuk dalam daftar mereka ato tidak. Yang aman sih, semua uni di Australia, ada di daftar-nya Dikti…
Aku yang bukan dosen, haduhhh…ngiler denger penjelasan itu. Trus, pak Loekito bertanya kepada audience, siapa saja yang belum jadi dosen. Ternyata, mayoritas peserta seminar bukanlah dosen. “saya kasih tips, gimana caranya untuk dapatkan beasiswa ini,” ujar dia.
Pertama, harus mendaftar jadi dosen dulu. Peserta gerrr… “Lho, iya… anda yang belum jadi dosen, ngelamar jadi dosen tapi kalo di perguruan tinggi negeri kan susah, banyak syarat dan macem2, nah daftarnya di PTS saja.. S1 juga masih boleh.. asalkan segera jadi S2. Nah, anda bilang ke PTS tersebut bahwa anda bersedia menjadi dosen, meskipun tidak dibayar pada awalnya… Yang penting anda dapat status dosen dan mendapatkan SK (surat keputusan)… setelah itu, anda bisa daftar untuk beasiswa ini.., “ ungkap Pak Loekito.
Aku pikir, bener juga… ide menarik!
Nah, bagi yang tertarik dengan info beasiswa Dikti ini, silakan diklik sajawww.dikti.org… Banyak info di sana, tak cuma soal beasiswa ratusan juta itu kok.
ini kisah seorang teman.. mengenai pengalamannya menjalani beasiswa. saat ini dia dan temannya sedang mengikuti pendidikan di salah satu uni di brisbane, australia. kami bertemu belum lama ini dan dia bercerita bagaimana “penantian” untuk mendapatkan dana beasiswa itu…
dia bilang bahwa pencairan dana beasiswa itu, tergantung APBN. yang terjadi kemudian adalah keterlambatan penerimaan dana.. kalo hanya molor satu dua minggu, nggak masalah dong. tapi kalo sampe berbulan-bulan…walahhh…
jadilah si teman tersebut kalang kabut, cari pinjaman sana sini untuk biaya kuliah. Ga tanggung-tanggung, nilai tuition fee nya itu 10 ribu dolar australia… dengan rate 7300 rupiah per AUD, maka tuition fee itu menjadi sekitar 73 juta rupiah selama satu semester. duit dari mana coba??
birokrasi menjadi persoalan serius di negeri kita… orang sekolah di luar negeri, janjinya dibiayai.. dan memang jumlahnya lumayan gede lho…beasiswa dikti ini.. hampir sama dengan beasiswa ADS yang aku terima. bedanya, kalo beasiswa ADS, semuanya sudah terencana.. sudah tertata dengan cukup baik, ga ada urusan puyeng ama duit kuliah dsb.. sementara beasiswa dikti ini kudu menunggu pencairan dana yang per semester…itupun telat pula.. karena seperti dibilang tadi.. tergantung APBN.
udah gitu, konon, menurut si teman ini, pengumuman penerimaan beasiswa dikti ini pun mepet dengan saat daftar ulang ke uni… jadinya itu tadi, kalang kabut. masih cerita teman yang tadi, dia hanya punya waktu 2 minggu untuk mengurus visa sampai beli tiket sebelum berangkat… cuma dua minggu.. kebayang kan, gimana lari-larinya mencari semua itu…:D
aku crita ini bukan bermaksud menakut-nakuti..justru share informasi, agar para peminat beasiswa dikti ini lebih bersiap dengan segala kemungkinan.. bersiap dengan beberapa strategi…
nggak cuma perang yang perlu strategi lho :)
tapi semua kesulitan itu, sesuailah dengan keuntungan yang diperoleh. karena setiap proses beasiswa, pasti ada keuntungan dan kesulitannya…
selama kita punya kemauan keras dan berusaha mewujudkannya, insya Allah selalu ada jalan. Tak peduli berapa lama waktu yang kita butuhkan… yang diperlukan memang keyakinan dan upaya keras…
Semangat untuk sobat-sobat pemburu beasiswa!!
Warm regards
inna